Home > Hidup Sehat > Kenapa Manusia Sulit Berhenti Merokok Di Malam Hari?

Kenapa Manusia Sulit Berhenti Merokok Di Malam Hari?

October 30, 2010

Ada beberapa tipe orang yang sulit sekali berhenti merokok dan salah satunya adalah orang yang lebih aktif di malam hari (manusia malam).

Kenapa manusia sulit berhenti merokok di malam hari?

Penelitian yang dilakukan Dr Ulla Broms dari University of Helsinki, Finlandia menemukan orang dengan evening type (manusia malam) lebih banyak mengonsumsi rokok dan sulit untuk berhenti.

Penemuan ini berdasarkan hasil penelitian selama 30 tahun terhadap 23.000 pasangan yang terbagi dalam ‘evening type’ yaitu terjaga di malam hari tapi mengantuk di pagi hari. Serta ‘morning type’ yaitu orang yang terjaga di pagi hari dan tidur di malam hari.

Hasilnya, manusia malam lebih banyak mengonsumsi rokok dan sulit untuk berhenti dan mengalami ketergantungan nikotin yang tinggi dibanding dengan morning type (manusia pagi). Sebesar 73 persen manusia malam mengalami ketergantungan nikotin, sedangkan manusia pagi sebesar 48 persen.

“Salah satu kemungkinan hal ini terjadi karena nikotin merupakan suatu simultan, sehingga jika seseorang merokok di malam hari akan membuatnya lebih lama terjaga,” ujar Dr Broms seperti dikutip dari Reuters, Jumat (29/10/2010).

Dr Broms mengatakan manusia malam cenderung menghabiskan waktunya di bar atau restoran yang mana merokok adalah hal yang umum. Kondisi itulah yang membuat manusia malam lebih banyak merokok dan juga mengalami kesulitan besar untuk berhenti merokok. Temuan ini dilaporkan dalam jurnal Addiction.

Dalam laporannya Broms dan rekannya menuturkan manusia malam bisa lebih rentan terhadap kecanduan dan perilaku mencari kesenangan dibandingkan dengan manusia pagi. Hal ini kemungkinan karena ada aspek dopamin di otak dan sistem opioid, yang kedua aspek ini terlibat dalam proses kecanduan dan juga mencari kesenangan.

Peneliti juga memperhitungkan beberapa faktor lain, termasuk usia, kebiasaan minum dan juga gejala depresi. Diketahui jika seseorang memiliki faktor tersebut akan meningkatkan kesempatan untuk merokok sebesar 3 kali lipat.

%d bloggers like this: