Home > Berita Kesehatan > Hasrat Bunuh Diri Paling Sering Terjadi Pada Ahli Bedah

Hasrat Bunuh Diri Paling Sering Terjadi Pada Ahli Bedah

January 21, 2011

Bertanggung jawab atas nyawa pasien sering membuat ahli bedah depresi dan berhasrat untuk bunuh diri. Dibandingkan dengan profesi lain, hasrat bunuh diri di kalangan ahli bedah, termasuk yang tertinggi.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Archives of Surgery mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Dari 7905 ahli bedah di Amerika Serikat yang disurvei, 6,3 persen dari mereka bersedia untuk bunuh diri dalam satu tahun terakhir.

Keinginan untuk mengakhiri hidupnya dalam keputusasaan lebih banyak menimpa dokter bedah senior dibandingkan dengan dokter muda. Berdasarkan temuan ini, keinginan untuk bunuh diri 3 kali lebih sering terbesit oleh dokter bedah yang berusia 45 tahun ke atas.

Alasan utama menyebabkan ahli bedah berkeinginan untuk bunuh diri umumnya adalah depresi atau stres, baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadi dan profesional. Sekitar 16,2 persen di antaranya mengaku ingin bunuh diri karena tidak pernah melakukan kesalahan ketika dioperasikan dalam 3 bulan terakhir.

Namun, tidak semua ahli bedah disurvei mengkomunikasikan masalah-masalahnya ke psikiater atau konsultan kejiwaan. Hanya 26 persen ahli bedah yang pergi ke psikiater selama stres, sedangkan 60,1 persen sisa lainnya takut lisensi dicabut jika tertangkap memiliki masalah mental.

Categories: Berita Kesehatan Tags: ,