Home > Berita Kesehatan, Stroke > Memori Buruk Bisa Jadi Tanda Awal Resiko Stroke

Memori Buruk Bisa Jadi Tanda Awal Resiko Stroke

October 19, 2012

Studi terbaru telah menunjukkan bahwa orang yang memiliki memori buruk atau masalah mental lainnya cenderung memiliki peningkatan risiko stroke.

Hasil ini didasarkan pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari University of Alabama di Birmingham. Dalam studi tersebut, peneliti memberikan tes ingatan kata pada 17,851 orang dan tes kefasihan lisan pada 14.842 orang yang dirancang untuk mengukur keterampilan kinerja otak.

Peserta adalah orang-orang berusia di atas 45 tahun (rata-rata berusia 67 tahun) dan tidak pernah mengalami stroke. Selama masa tindak lanjut, para peneliti menemukan bahwa 129 orang yang mengambil tes ingatan dan 123 orang yang mengambil tes kefasihan lisan menderita stroke.

Hasil ini didasarkan pada tes memori menunjukkan bahwa, peserta yang memiliki skor tes memori dibawah 20 persen memiliki risiko 3,5 kali lebih besar menderita stroke. Sedangkan untuk tes kefasihan lisan, partisipan yang memperoleh skor di bawah 20 persen adalah 3,6 kali lebih mungkin untuk menderita stroke.

Sedangkan pada usia 50 tahun, mereka yang mencetak di bawah 20 persen tes uji memori 9,4 kali lebih mungkin untuk menderita stroke.

“Menemukan cara untuk mencegah stroke dan mengidentifikasi orang-orang pada risiko stroke merupakan masalah penting bagi kesehatan masyarakat,” kata penulis studi J. Surat Abraham, dari University of Alabama di Birmingham.

Menurut Abraham, studi ini bisa memberikan ide yang lebih baik bagi orang-orang yang berisiko tinggi stroke dengan memasukkan beberapa tes sederhana ketika mengevaluasi orang-orang yang sudah memiliki beberapa risiko stroke.